Slide Show

  • Bersama Cak Fandy Irawan Sukarol Munsyid
  • Talkshow Lebih Dekan dengan JQH
  • Bersama Kyai Bisri Musthofa pada acara Semarak Miladiyyah UKM JQH tahun 2013
  • Kunjungan UKM JQH El-Mafa IPMAFA Pati
  • Dalam acara UIN Walisongo Mengaji, Semarak Miladiyyah JQH eL-Fasya ke-23 2017
  • Pengurus 2020
  • Pemilihan Ketua periode 2020
  • Musabaqah Tilawatil Qur'an Virtual Tingkat Nasional
  • Musabaqah Hifdzil Qur'an Virtual Tingkat Nasional
  • Bertepatan dengan PHBI Bulan Maulid 2017
  • Bersama Habib Rizal Semarang
  • Tampil di acara FEBI FAIR 2018
  • Tampil Mengisi Penutupan Acara FSI HIQMA UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta2018
  • Penampilan Salah Satu Peserta Lomba Rebana dalam Acara GFI JQH
  • Bersama Gus Mus Dari Rembang
  • Di Taman Miniatur Surga Bandungan

Peringati Harlah, UKM JQH eL Fasya eL Febi's Adakan Talkshow Akulturasi


Foto dokumentasi setelah pelaksanaan Talkhsow, Senin (15/11)

Dalam rangka merayakan Hari Lahir (Harlah) UKM Jam'iyyatul Qura' Wal Hufadz (JQH) eL Fasya eL Febis, anggota UKM JQH eL Fasya eL Febi's adakan Talkshow sebagai rangkaian acara peringatan Harlah dengan tema "Revitalisasi Budaya"  di Gedung Teater Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, Senin (15/11).

Ketua Panitia Acara, Ilham Khoirunnaja mengatakan berangkat dari tema besar yakni "UIN Walisongo Mengaji", UKM JQH El-Fasya El-Febis hendak mengkolaborasikannya dengan budaya dalam agenda tahunan saat ini. 

"Kami bermaksud mengkombinasikan antara agama dan tradisi guna sebagai pengingat kepada khalayak betapa pentingnya akulturasi Islam dan Jawa di Indonesia dalam serangkaian acara UIN Walisongo Mengaji," ungkap Ilham saat diwawancarai divisi media.  

Tidak hanya itu, dalam harlah ke-27 ini UKM JQH eL Fasya eL Febi's turut mengundang Sekretaris Jurusan (Sekjur) Biologi Fakultas Saints dan Teknologi (FST), Rusymadi sebagai Narasumber juga Seniman sekaligus Budayawan lokal Semarang, Dejabo sebagai Guest Star acara ini.

Dalam pemaparannya, Rusymadi mengatakan budaya merupakan hal urgent yang harus dijaga dan dilestarikan. Lebih lanjut, agama Islam dipersilahkan masuk di telatah Jawa sebab sanggup menyesuaikan adat dan istiadat Jawa dengan cara yang santun.

"Hampir di setiap daerah memiliki budaya yang berbeda, meski demikian Islam dapat berbaur berkat metode yang dipakai oleh Walisongo hingga sekarang, yakni nguri-nguri budoyo lan moderat ing agomo," paparnya.

Selain itu, pada peringatan harlah ini juga dimeriahkan Dejabo dengan melukis di atas kanvas secara langsung di atas panggung. Ia ingin menunjukkan bagaiamana Islam dan Jawa terakulturasi di negeri ini lewat sebuah seni lukis di atas kertas. Di sana terlihat aksara Arab bersatu dalam guunungan pewayangan yang mengagumkan, inilah bentuk dari revitalisasi budaya. 

(Kasyif, Editor: Mia)

Posting Komentar

0 Komentar