Slide Show

  • Ketika tampil di Kampus 3 UIN Walisongo
  • Anggota JQH setelah selesainya kegiatan Gebyar Festifal Islami 2014
  • Bersama Kyai Bisri Musthofa pada acara Semarak Miladiyyah UKM JQH tahun 2013
  • Keluarga JQH ketika muncak di Gunung Ungaran
  • Dalam acara UIN Walisongo Mengaji, Semarak Miladiyyah JQH eL-Fasya ke-23 2017
  • Kegiatan pengenalan calon anggota baru sebelum mengikuti OPTIKA
  • Divisi Arab saat belajar bersama di wisata alam Semarang
  • Setelah melakukan latihan rutin Divisi dan setelah menyelesaikan kegiatan di PRPP Semarang
  • Anggota JQH di UINSIQ Wonosobo tahun 2016
  • Bertepatan dengan PHBI Bulan Maulid 2017
  • Bersama Habib Rizal Semarang
  • Tampil di acara FEBI FAIR 2018
  • Tampil Mengisi Penutupan Acara FSI HIQMA UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta2018
  • Penampilan Salah Satu Peserta Lomba Rebana dalam Acara GFI JQH
  • Bersama Gus Mus Dari Rembang
  • Di Taman Miniatur Surga Bandungan

Tata Bahasa Idhofah

Sumber gambar : www.koinarab.com

Oleh : Moh. Azkiyatun Nasih
(Koordinator Div. Bahasa Arab)

Bahasa Arab merupakan bahasa yang penting bai umat Islam dalam mempelajari Al-Qur`an. Untuk itu, disusunlah tata bahasa Arab agar mempermudah dalam mempelajari dan memahaminya. Salah satu dari tata bahasa Arab tersebut adalah idhafah. Kali ini Divisi Bahasa Arab akan meringkas materi tentang idhafah yang telah dikaji beberapa waktu lalu.

Idhofah adalah rangkaian dua kalimat isim yang terkait, yang menghasilkan makna baru, dan mewajibkan isim yang kedua dijerkan dengan mengira-ngira huruf jer. Kalimat isim yang pertama disebut mudhof , dan kalimat isim yang kedua disebut mudhof ilaih.

Syarat Mudhof :
1. Tidak ada al (alif lam)
2. Tidak ada tanwin
3. Tidak ada nun (ada di isim tasniyah dan jamak mudzakkar sallim)

Syarat Mudhof Ilaihi :
Di-jar-kan, yang mana amil yang mengejerkan mudhof ilaihi adalah mudhof.
Mengira-ngira huruf jer apa saja (antara mudhof dan mudhof ilaih)?

1)        Mengandung makna Lam (li) : milik. Jika isim mudhof merupakan milik dari mudhof ilaih.
Contoh ٍ بَكْر  ولد (anaknya Bakar)
Walad (kata pertama) disebut mudhof.
Bakr (kata kedua) disebut mudhof ilaih.
Takdirannya (perkiraannya) ٍ لِبَكْر ولد yang bermakna, Anak milik Bakr (Anaknya Bakr)

2)       Mengandung makna Min : dari. Jika isim mudhof terbuat atau merupakan jenis dari mudhof ilaih.
Contoh : ثَوْبٌ خَز (baju sutra)
Takdirannya : ثَوْبُ مِنْ خَزٍ (baju terbuat dari sutra)

3)       Mengandung makna Fi. Jika isim mudhof ilaih merupakan tempat atau waktu dari isim mudhof.
Contoh : ِالنَّهْر مَاءُ (air sungai)
Takdirannya : مَاءُ فِيْ النَّهْر (air di sungai)

Adapun Isim makrifat itu ada tujuh. Dan salah satunya ialah isim yang di-mudhof-kan pada salah satu isim makrifat. Ini terkait sama waladun yangg di-idhofah-kan ke ya' mutakallim tadi menjadi waladi (anakku). Maka, jika kita tahu bentuk idhofah otomatis kita juga tahu bahwa isim tersebut adalah isim ma'rifat.

Salah satu buku mengatakan bahwa mudhaf ilaih itu adalah isim yang dimajemukkan dengan isim yang sebelumnya dengan maksud menjadikannya makrifat atau mengkhususkannya. Tetapi ingat, setiap kaidah itu ada pengecualiannya.

Secara umum, idhofah itu untuk mengkhususkan. Dan di atas juga sudah disebutkan bahwa antara mudhof dan mudhof ilaih terkandung makna lam, min dan fi. namun terkadang ada juga yang tidak demikian. Contohnya ; isim sifat yang di-idhofah-kan dengan ma'mul-nya. Maka, dia tidak menunjukkan kekhususan dan juga tidak mengandung makna min, fi, dan lam.
Contoh :
       مُروِّعُ القلبِ bermakna, orang yang menggoncangkan hati.

Posting Komentar

0 Komentar