Slide Show

  • Bersama Cak Fandy Irawan Sukarol Munsyid
  • Talkshow Lebih Dekan dengan JQH
  • Bersama Kyai Bisri Musthofa pada acara Semarak Miladiyyah UKM JQH tahun 2013
  • Kunjungan UKM JQH El-Mafa IPMAFA Pati
  • Dalam acara UIN Walisongo Mengaji, Semarak Miladiyyah JQH eL-Fasya ke-23 2017
  • Pengurus 2020
  • Pemilihan Ketua periode 2020
  • Musabaqah Tilawatil Qur'an Virtual Tingkat Nasional
  • Musabaqah Hifdzil Qur'an Virtual Tingkat Nasional
  • Bertepatan dengan PHBI Bulan Maulid 2017
  • Bersama Habib Rizal Semarang
  • Tampil di acara FEBI FAIR 2018
  • Tampil Mengisi Penutupan Acara FSI HIQMA UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta2018
  • Penampilan Salah Satu Peserta Lomba Rebana dalam Acara GFI JQH
  • Bersama Gus Mus Dari Rembang
  • Di Taman Miniatur Surga Bandungan

Chasan Bisri, Demisioner JQH eL Fasya eL Febi's Menjadi Wisudawan Pasca Sarjana FEBI Terbaik

Foto Chasan Bisri, Demisioner JQH sekaligus Wisudawan Terbaik Pasca Sarjana FEBI UIN Walisongo Semarang periode November 2021.

Selasa (16/11/2021) UIN Walisongo Semarang kembali mengadakan wisuda untuk D3 ke-30, S1 ke-82, S2 ke-48, dan S3 ke-25. Di hari tersebut, mantan Koordinator Divisi Kaligrafi JQH eL Fasya eL Febi’s, Chasan Bisri berhasil meraih prestasi dengan menjadi wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam program Pasca Sarjana UIN Walisongo Semarang 

Chasan Bisri merupakan pria kelahiran Cirebon, 17 Oktober 1996. Ia berhasil menjadi wisudawan pasca sarjana terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan predikat Cumlaude dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,57. Konsentrasi jurusan yang diambil oleh pria yang akrab disapa Chasan tersebut ialah (S2) Ekonomi Syariah. 

Selain disibukkan dengan perkuliahan, demisioner JQH ini juga memiliki usaha sendiri yakni pada bidang kaligrafi yang menurutnya berasal dari ilmu yang didapat selama menjadi anggota divisi kaligrafi JQH.

“Untuk kesibukan selain kuliah, saya juga berbisnis kaligrafi. Selama saya menjadi anggota JQH dan belajar kaligrafi, Alhamdulillah menghasilkan unit usaha bagi saya. Jadi hampir sebagain besar biaya perkuliahan saya dan biaya sehari-hari saya hasil dari usaha kaligrafi tersebut”, ujarnya.   

Chasan berhasil menyelesaikan tesisnya dalam waktu 4 bulan. Menurutnya untuk mengatur waktu anatara perkuliahan dan pekerjaan sangatlah mudah, yakni dengan memahami kewajiban perkuliahan sebagai prioritas utama. Selain itu, tips untuk menyelesaikan tesis menurutnya ialah dengan bersungguh-sungguh dan memperbanyak wasilah dan doa. 

“Menurut saya untuk mengatur waktu itu sangatlah mudah. Jadi yang penting kewajiban kita dulu sebagai mahasiswa saat kuliah harus diutamakan. Selebihnya setelah kewajiban perkuliahan sudah terpenuhi, baru kerjakan apa yang diminati. Kemudian untuk menyelesaikan tesis tepat waktu, harus ada kemauan dan tekad sungguh-sungguh. Ikhtiar dan memperbanyak mengirim doa untuk kedua orang tua juga dosen-dosen pembimbing kita, Insha Allah akan mudah menyelsaikannya”, terangnya. 

Terakhir, ia menyampaikan pesan kepada teman-teman yang ingin melanjutkan S2 juga kepada anggota JQH untuk mencapai pendidikan setinggi mungkin. 

“Saya ingin menyampaikan pesan kepada teman-teman dan anggota JQH untuk semangat meraih pendidikan setinggi-tingginya. Karena semakin kita terus menuntut ilmu, keberkahan ilmu itu akan kita dapatkan. Niatkan menuntut ilmu karena Allah dan untuk memberikan ilmu kesemua orang. Insha Allah dengan niat tersebut semua akan dimudahkan. Jangan berniat mencari ilmu tinggi-tinggi hanya untuk mencari ijazah dan dunia”, paparnya.


(Mia)

Posting Komentar

0 Komentar