Slide Show

  • Bersama Cak Fandy Irawan Sukarol Munsyid
  • Talkshow Lebih Dekan dengan JQH
  • Bersama Kyai Bisri Musthofa pada acara Semarak Miladiyyah UKM JQH tahun 2013
  • Kunjungan UKM JQH El-Mafa IPMAFA Pati
  • Dalam acara UIN Walisongo Mengaji, Semarak Miladiyyah JQH eL-Fasya ke-23 2017
  • Pengurus 2020
  • Pemilihan Ketua periode 2020
  • Musabaqah Tilawatil Qur'an Virtual Tingkat Nasional
  • Musabaqah Hifdzil Qur'an Virtual Tingkat Nasional
  • Bertepatan dengan PHBI Bulan Maulid 2017
  • Bersama Habib Rizal Semarang
  • Tampil di acara FEBI FAIR 2018
  • Tampil Mengisi Penutupan Acara FSI HIQMA UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta2018
  • Penampilan Salah Satu Peserta Lomba Rebana dalam Acara GFI JQH
  • Bersama Gus Mus Dari Rembang
  • Di Taman Miniatur Surga Bandungan

Aisy, Anggota Bahtsul Kutub JQH eL Fasya eL Febi's Berhasil Menjadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo periode Agustus 2021

Foto Dokumentasi Ucapan Kepada Rohadatul 'Aisy Idra sebagai Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Semarang periode Agustus 2021. 


Selasa (24/8) UIN Walisongo Semarang melaksanakan wisuda untuk D3 ke-29, S1 ke-81, S2 ke-48 dan S3 ke-24. Prestasi membanggakan pun kembali diraih oleh salah satu anggota Divisi Bahtsul Kutub 2017 UKM JQH eL Fasya eL Febi's yakni Rohadatul 'Aisy Idra yang berhasil menjadi Wisudawan terbaik UIN Walisongo Semarang periode Agustus 2021. 

Ini bukan kali pertama anggota JQH eL Fasya eL Febi's menjadi wisudawan terbaik UIN Walisongo Semarang. Sebelumnya M. Akmal Habib, anggota Divisi Bahtsul Kutub 2016 juga berhasil menjadi wisudawan terbaik UIN Walisongo Semarang pada 2020 silam. 

Aisy berhasil meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Mahasiswi kelahiran Payakumbuh tersebut berasal dari jurusan Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang.

Selain aktif sebagai anggota JQH eL Fasya eL Febi's, Aisy juga tergabung dalam organisasi lain yakni CSSMoRA dan Justisia. Bagi Aisy mengatur waktu memang hal yang cukup tricky. Namun, hal terpenting dari itu ialah harus bisa menyeimbangkan keseluruhannya. 

"Kalau me-manage waktu ini agak tricky sebenarnya. Mengatur waktu bukan berarti kamu harus belajar terus, bekerja terus. Tetapi, seimbangkan waktu untuk mengasah kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Kapan waktu untuk mengembangkan diri, bersosialisasi, juga mendekatkan diri kepada Allah SWT", ujarnya. 

Sementara itu, terkait skripsinya Aisy berhasil menyelesaikan selama 1 semester sejak pengajuan judul. Untuk bisa menyelesaikan skripsi secara cepat, menurutnya seseorang harus bisa memilih lingkungan yang positif dan memacu semangatnya.

"Kendala dalam menyusun skripsi memang rasa malas. Tapi malas juga bagian dari proses. Yang terpenting itu kita harus bisa memilih lingkungan positif dan memacu semangat kita untuk skirpsian. Melihat teman buka laptop aja kita pasti akan tersentil dan tidak jadi malas-malasan", pungkasnya.   

Terakhir, Aisy memberikan kata-kata favoritnya sebagai pesan untuk seluruh teman-teman yang sedang berjuang menyelesaikan perkuliahan dengan baik, untuk tetap semangat dan selalu memahami hikmah di setiap keadaan. 

"Pesan saya untuk adik-adik dan teman-teman ialah selalu ingat bahwa kejadian baik dan buruk yang belum kita pahami hari ini, jawaban dan hikmahnya pasti akan ada di kemudian hari. Jangan khawatir karena Allah SWT tidak akan menelantarkan kita saat Ia sudah menghantarkanmu menapaki suatu jalan", terangnya. 


(Mia)

Posting Komentar

0 Komentar