Slide Show

  • Ketika tampil di Kampus 3 UIN Walisongo
  • Anggota JQH setelah selesainya kegiatan Gebyar Festifal Islami 2014
  • Bersama Kyai Bisri Musthofa pada acara Semarak Miladiyyah UKM JQH tahun 2013
  • Keluarga JQH ketika muncak di Gunung Ungaran
  • Dalam acara UIN Walisongo Mengaji, Semarak Miladiyyah JQH eL-Fasya ke-23 2017
  • Kegiatan pengenalan calon anggota baru sebelum mengikuti OPTIKA
  • Divisi Arab saat belajar bersama di wisata alam Semarang
  • Setelah melakukan latihan rutin Divisi dan setelah menyelesaikan kegiatan di PRPP Semarang
  • Anggota JQH di UINSIQ Wonosobo tahun 2016
  • Bertepatan dengan PHBI Bulan Maulid 2017
  • Bersama Habib Rizal Semarang
  • Tampil di acara FEBI FAIR 2018
  • Tampil Mengisi Penutupan Acara FSI HIQMA UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta2018
  • Penampilan Salah Satu Peserta Lomba Rebana dalam Acara GFI JQH
  • Bersama Gus Mus Dari Rembang
  • Di Taman Miniatur Surga Bandungan

Nishfu Sya’ban di Tengah Pandemi Corona

Sumber gambar : www.nu.or.id

Oleh : M. Akmal Habib*

Masyarakat Indonesia memang rajanya penasaran. Entah mengapa, setiap sesuatu yang baru selalu diulik sampai ke akar-akarnya. Namun, rasa penasaran yang tinggi terkadang tidak diimbangi dengan upaya validasi informasi yang memadai. Dewasa ini, dunia sedang dilanda pandemi Corona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok. Tak ayal, media-media pun tidak pernah absen membahas penyakit yang satu ini begitu pula dengan sosial media yang juga ramai karenanya.

Idealnya, masyarakat lebih getol (rajin) menyebarkan berita-berita baik tentang perkembangan penanggulangan Corona ini agar tercipta harapan-harapan yang baik pula. Bukan malah ikut menyebarkan broadcast yang tidak jelas sumbernya dan justru semakin memperkeruh suasana. Kita sudah terlalu banyak mengonsumsi info negatif tentang Corona. Stop, cukup sampai di sini saja. Sekarang saatnya kita bangkit, kita bangun harapan yang kuat agar antibodi kita juga semakin kuat. Mari kita sama-sama berjuang melawan pandemi Corona ini dengan menerapkan pola hidup sehat disertai dengan harapan dan doa yang istiqamah.

Berbicara mengenai penyakit dan semacamnya, ada sebuah tradisi Islam dari ahlussunnah wal jama’ah tentang tolak balak. Salah satunya adalah pembacaan surah Yasin pada malam Nishfu Sya’ban, yakni malam 15 Sya’ban. Dalam tradisi yasinan ini, surah Yasin dibaca 3 kali.

Pembacaan pertama diniati mudah-mudahan diberi anugerah umur yang panjang dalam keberkahan dan ridla-Nya. Yang kedua diniati agar dilapangkan rejeki dan dijauhkan dari segala macam bahaya termasuk penyakit, wabah, balak dan sejenisnya. Pembacaan ketiga disertai niat dan harapan semoga diberi kekuatan iman dan husnul khotimah. Kemudian disusul dengan doa sesuai dengan apa yang diijazahkan oleh guru ataupun tokoh di masing-masing daerah.

Tahun-tahun sebelumnya umat Islam kerap melakukan tradisi tersebut di masjid, mushalla, langgar, ataupun surau. Namun, kali ini kita cukup melaksanakan amal shalih tersebut dari rumah masing-masing sesuai instruksi dari Pemerintah dan dari tokoh-tokoh Islam nasional.

Ingat ya, malam ini Rabu, 8 April 2020 kita yasinan tiga kali ba’da shalat Maghrib secara serentak dari rumah masing-masing.

Stay safe and healthy.

Yuk #dirumahaja.


*Penulis adalah anggota JQH 2016 sekaligus Ketua II JQH eL-Fasya eL-Febi’s 2018/2019

Posting Komentar

0 Komentar