Slide Show

  • Ketika tampil di Kampus 3 UIN Walisongo
  • Anggota JQH setelah selesainya kegiatan Gebyar Festifal Islami 2014
  • Bersama Kyai Bisri Musthofa pada acara Semarak Miladiyyah UKM JQH tahun 2013
  • Keluarga JQH ketika muncak di Gunung Ungaran
  • Dalam acara UIN Walisongo Mengaji, Semarak Miladiyyah JQH eL-Fasya ke-23 2017
  • Kegiatan pengenalan calon anggota baru sebelum mengikuti OPTIKA
  • Divisi Arab saat belajar bersama di wisata alam Semarang
  • Setelah melakukan latihan rutin Divisi dan setelah menyelesaikan kegiatan di PRPP Semarang
  • Anggota JQH di UINSIQ Wonosobo tahun 2016
  • Bertepatan dengan PHBI Bulan Maulid 2017
  • Bersama Habib Rizal Semarang
  • Tampil di acara FEBI FAIR 2018
  • Tampil Mengisi Penutupan Acara FSI HIQMA UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta2018
  • Penampilan Salah Satu Peserta Lomba Rebana dalam Acara GFI JQH
  • Bersama Gus Mus Dari Rembang
  • Di Taman Miniatur Surga Bandungan

JQH Adakan Bahtsul Masa’il Pertama di UIN Walisongo



Musyawarah Kubra menjadi pembuka dari serangkaian acara ulang tahun UKM JQH eL-Fasya ke 25 tahun bertajub ”UIN Walisongo Mengaji" pada Sabtu (14/9). Dipunggawai Fahmy Fathul Muis selaku koordinator divisi Bathsul Kutub acara Bahtsul Masa’il berjalan lancar. Musyawarah/ Bahtsul Masa’il kali ini mengangkat tema Zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Software Bajakan dengan menghadirkan narasumber seperti KH. Imam Suyuthi selaku Wakil Ketua LBM PWNU Semarang sebagai Mushohih, Gus Muhammad Sa’dullah sebagai Perumus dari LBM PCNU Semarang dan di moderatori Ustadz Amir Slamet dari LBM PCNU Semarang.

Bertempat di Masjid kampus 3 UIN Walisongo diikuti oleh peserta delegasi dari pondok pesantren se kota Semarang. Diantaranya PP. Ma’rufiyyah, PP. Life Skill Darun Najah, PP. Darul Falah Besongo, PP. Al Islah, PP. YPMI Al Firdaus, PP. Masturiyah, dan Ikatan alumni pondok pesantren IKHLAS & IKAMARU. 

Amir Tajrid, M.Ag mewakili Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum menyampaikan, kegiatan semacam ini patutnya di lestraikan, dengan adanya kegiatan ini ada semacam respon baik dari kalangan akademisi maupun pesantren dalam menjawab tantangan yang ada dan terus berkembang.

“Peristiwa baru senantiasa terus terjadi, ayat-ayatnya terbatas. Dulu zakat ASN tidak ada oleh karena itu Islam harus menemukan hukum hal-hal semacam ini, syukur hasilnya bisa digunakan dan dimasukkan ke stakeholder yang ada”, ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kita harus menambah khasanah pandangan keagamaan hukum fiqh.  Dengan banyaknya Bahtsul Masa’il tambahan seperti ini turut membuka ruang bagi semua orang.

“Oleh karena itu saya yakin acara ini akan menambah wawasan terutama bagi adik-adik mahasiswa tentang tradisi-tradisi pesantren. Ajang ini juga yang nantinya sebagai ajang mengasah keilmuan, mencari pengalaman, dan sebagainya. Mudah-mudahan acara ini membawa dampak positif, kedepan  bisa semakin semarak, tidak hanya dilingkungan kampus saja. Juga menambah kesempurnaan pemahaman adik-adik mahasiswa” ungkapnya.  

Perlu diketahui, Bahtsul Masa’il merupakan acara diskusi di kalangan Pondok Pesantren salaf yang membahas permasalahan fiqh atau hukum islam. Biasanya membahas permasalahan baru yang belum pernah ada sebelumnya dengan berdasarkan kitab-kitab klasik yang dianalisis dan di musyawarahkan kemudian lahirlah kesimpulan sehingga membuka solusi baru.  


Mukti

Posting Komentar

0 Komentar