Slide Show

  • Ketika tampil di Kampus 3 UIN Walisongo
  • Anggota JQH setelah selesainya kegiatan Gebyar Festifal Islami 2014
  • Bersama Kyai Bisri Musthofa pada acara Semarak Miladiyyah UKM JQH tahun 2013
  • Keluarga JQH ketika muncak di Gunung Ungaran
  • Dalam acara UIN Walisongo Mengaji, Semarak Miladiyyah JQH eL-Fasya ke-23 2017
  • Kegiatan pengenalan calon anggota baru sebelum mengikuti OPTIKA
  • Divisi Arab saat belajar bersama di wisata alam Semarang
  • Setelah melakukan latihan rutin Divisi dan setelah menyelesaikan kegiatan di PRPP Semarang
  • Anggota JQH di UINSIQ Wonosobo tahun 2016
  • Bertepatan dengan PHBI Bulan Maulid 2017
  • Bersama Habib Rizal Semarang
  • Tampil di acara FEBI FAIR 2018
  • Tampil Mengisi Penutupan Acara FSI HIQMA UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta2018
  • Penampilan Salah Satu Peserta Lomba Rebana dalam Acara GFI JQH
  • Bersama Gus Mus Dari Rembang
  • Di Taman Miniatur Surga Bandungan

Anti Molor-Molor Club



 
by : finansialku.com


Assalamu’alaikum..

Mungkin tulisan ini tidak penting. Namun ada hal sepele, yang kebanyakan orang tak pernah menyadari hal itu penting tertuang dalam tulisan ini. Apa kau menyebut ini curhat? bolehlah.. 

Siapa pun itu yang membaca tulisan ini, kumohon renungilah!!

Jika aku bertanya, apa yang membuatmu kesal, jengkel, dan bahkan marah? Maka kurasa kau akan berpikir keras untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan ini. Apa mungkin tidak? Entahlah.
Bagiku, sesuatu yang sangat menyebalkan adalah menunggu. Kata kerja yang satu ini memang selalu menimbulkan keresahan atau kegelisahan jika di atas ambang kewajaran. Pasalnya, waktu yang dihabiskan dengan kesibukan terasa lebih singkat daripada yang tidak. 

Sebenarnya tulisan ini berangkat dari pengalaman beberapa kali diundang rapat teman-teman kampus yang mulainya bisa molor sampai 1 jam bahkan lebih. Padahal aku datang 5 menit sebelum acara dimulai. Katakanlah undangan jam 8 pagi, menjelang pukul 10 baru dimulai karena banyak peserta yang hadir terlambat. Jika satu atau dua orang terlambat mungkin bisa dimaklumi. Tetapi ini, separuh undangan pun tidak ada. Satu yang kadang mengesalkan adalah orang yang mengundang juga ikut-ikutan terlambat. Biasanya tanpa minta maaf, seolah-olah orang mengerti bahwa keterlambatan mereka tidak menimbulkan masalah.

Tidak dapat dipungkiri memang, hampir di sebuah acara yang diadakan oleh mahasiswa saat ini tidak pernah bisa ontime. Semua kegiatan-kegiatan, apapun bentuknya ketika diorganisir oleh kelompok mahasiswa hampir bisa dipastikan jadwalnya molor atau “ngaret”. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan “ngaret” yang sudah membudaya di kalangan mahasiswa.

Sebagai mahasiswa, aku yakin kalian sering mengalami hal di atas. Tanpa disadari realitas mahasiswa dan kedisiplinannya dalam hal waktu yang hampir pasti tidak pernah ontime, menjadikan mahasiswa lalai akan hal yang sepele.

Semasa sekolah dulu, kita dididik untuk datang tepat waktu. Sekolah-sekolah dengan pola disiplin tinggi bahkan melarang siswa yang datang terlambat untuk ikut pelajaran. Dosen-dosen senior bahkan punya aturan bahwa tidak ada toleransi bagi mahasiswanya yang datang terlambat. 

Fenomena jam karet sudah merebak bak jamur yang tumbuh setiap musim acara yang diadakan oleh mahasiswa bergulir. Lantas bagaimana hal tersebut dapat diatasi oleh mahasiswa?
Tepat waktu jelas butuh komitmen. Tetapi jangan khawatir. Aku punya beberapa tips yang kurasa harus kalian terapkan dalam menjalani aktivitas.

Pertama, memotivasi diri sendiri. Apalah artinya jika semua tidak diniatkan dari diri sendiri. Sebelum kau mengingatkan orang laian, kau juga harus bisa memotivasi dari sendiri untuk tidak ngaret. Jika ada kemauan atau motivasi dari diri sendiri, semuanya akan berjalan sesuai dengan harapan, percayalah. Semangat untuk berbenah.

Kedua, catat jadwal rapat atau pertemuan. Mencatat! Hal kecil yang sering disepelekan. Dengan hal kecil saja kau menyepelekan, bagaimana dengan yang lainnya?! Mungkin terlihat sepele, tetapi dengan mencatat jadwal, kau bisa lebih prepare.

Ketiga, hormati orang lain. Jika kau ingin dihormati orang, kau juga harus menghormati orang lain. Cara untuk menghormati orang lain salah satunya yaitu dengan datang tepat waktu ketika bertemum. Tidak membuat orang lain menunggu lama kedatangan kita. Menghormati orang lain, juga menghargai waktu.
 
Keempat, sadar bahwa ngaret itu unfaedah (tidak bermanfaat). Dimulai dari diri sendiri, kau bisa menyadarkan orang lain dengan sikapmu yang baik (tepat waktu). Jika tidak bisa diungkapkan dengan perkataan, kau bisa membuktikannya dengan perbuatan.

Kelima, budayakan rasa malu ketika berbuat salah atau mengecewakan orang lain.

Keenam, selalu terapkan prinsip “Tepat waktu pulang cepat”.

Satu lagi tentang tepat waktu. Aku selalu ingat petuah bijak dari guruku yang mengatakan, “Waktu adalah pedang. Jika kau pempermainkannya, maka kau akan terkena pedang itu. Ingat anakku, Datang lebih awal akan membuat kita siap untuk apa yang akan kita kerjakan”.


  
(Eva N. A.)


Posting Komentar

0 Komentar